Langsung ke konten utama

PARADIGMA
1.      Elemen utama komunikasi
§  Empati, memperhatikan keadaan seseorang yang kita ajak komunikasi
§  Reconcile/rekonsiliasi, proses menyatukan
§  Persuade/persuasi, membujuk
§  Respect, jangan selalu tentang aku, aku, dan aku baru kemudian kamu. Sanjung lawan bicara
§  Resolve conflict/penyelesaian masalah
§  Social Justice/keadilan sosial
Komunikasi menurut Julian Wood
adalah sebuah proses sistemik dari individu dalam berinteraksi menggunkan symbol yang kemudian coba ditafsirkan maknanya.
2.      Teori
Adalah sesuatu penawaran penjelasan terhadap sebuah fenomena, bagaimana dia bekerja, apa penyebabnya, dan apa dampaknya. Dalam kata lain teori adalah cara untuk menjelaskan sesuatu hal yang belum atau tidak dimengerti manusia
3.      Teori dijabarkan dalam
§  Epistomologi, bagaimana suatu pengetahuan dibentuk
§  Ontology, bagaimana manusia memaknainya?
What is true (kebenaran)
What is real (kenyataan)
What is exist (keberadaan/wujudnya)
§  Aksiologi, penjabaran tentang nilai-nilai yang dihasilkan oleh teori
§  Metodologi, cara ilmiahnya
Definisi Paradigma
            Adalah cara pandang seseorang terhadap diri dan lingkunagnnya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir (kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif)[i]

Jenis-jenis Pradigma:
1.      Positivistic
Ciri-ciri:
§  Realitas dipandang objektif
§  Peneliti menempatkan dirinya diluar objek
§  Bersifat eksperimental
§  Menggunakan Grand Theory
§  Bersifat kausalitas dan korelational
§  prediktif
2.      Post Positivistik
Adalah merupakan bentuk koreksi paradigm Positivistik
§  Realitas harus dipandang kritis
§  Bersifat ekperimental manipulative
§  Keterlibatan perimisi
Kelemahan positivistic – post posivitik
§  Beranggapan segala sesuatunya dapat diukur
§  Grand theory memiliki sifat yang umum, sehingga tidak mendetail ke masalah
§  Ketidakmampuan dalam memproduksi hukum
3.      Kontruktivis
Fokus peradigma:
§  Untuk membuat sesuatu diterima
§  Untuk melihat sesuatu dimengerti
Metode Kunci
§  Hermneneutika – Menafsirkan makna teks
§  Fenomenologi – fenomena yang terjadi
§  Symbolic interasion – Pertukaran symbol, tidak hanya pertukaran teks
Pemaknaan terhadap realitas
§  Realitas itu dibentuk oleh masyarakat
§  Manusia punya kehendak bebas
Kelemahan Konstruktivistik
§  Terlalu subjektif (tidak perlu menggunakan grand theory)
§  Multi tafsir
§  Terlalu local dan terlalu lama
4.      Kritis
Fokus paradigma
§  Untuk melihat sesuatu ada apanya
§  Pengungkapan penggunakan kekuasaan
Metode kunci
§  Hermeneutic
§  Analisis wacana
§  Dekonstruksi
Pemahaman terhadap realitas
            Realitas adalah sesuatu yang politis. Tujuan dari paradigm Kritis adalah untuk membebaskan pemahaman masyarakat terhadap rezim yang berkuasa.



TRADISI-TRADISI TEORI KOMUNIKASI.
       I.            TRADISI SEMIOTIK
Semiotika adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda atau simbol.[ii] Semiotik atau penyelidikan simbol-simbol membentuk tradisi pemikiran yang penting dalam teori komunikasi. Tradisi Semiotik terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda-tanda merepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, dan kondisi diluar tanda-tanda ini sendiri.
Tradisi ini terdiri atas sekumpulan teori tentang bagaimana tanda-tanda merepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan, dan kondisi di luar tanda-tanda ini sendiri.
Gagasan Utama dari Tradisi Semiotik
Kebanyakan pemikiran semiotik melibatkan ide dasar mind of meaning yang menegaskan bahwa arti muncul dari hubungan di antara 3 benda, yaitu: benda (yang dituju), manusia (penafsir),  dan tanda.
Keragaman dalam Tradisi Semiotik
      Semiotik selalu dibagi ke dalam 3 kajian, yakni:
·         SEMANTIK
Semantik berbicara tentang bagaimana tanda-tanda berhubungan dengan yang ditunjuknya atau apa yang ditunjukkan oleh tanda-tanda.
·         SINTAKTIK
Sintaktik atau kajian hubungan di antara tanda-tanda. Tanda-tanda sebetulnya tidak pernah berdiri dengan sendirinya. Hampir semuanya selalu menjadi bagian dari sistem tanda atau kelompok tanda yang lebih besar yang diatur dalam cara-cara tertentu.
·         PRAGMATIK
Kajian utama Semiotik yang ketiga ini memperlihatkan bagaimana tanda-tanda membuat perbedaan dalam kehidupan manusia atau penggunaan praktis serta berbagai akibat dan pengaruh tanda pada kehidupan sosial.



     II.            TRADISI FENOMENOLOGIS
     Teori-teori dalam tradisi fenomenologis berasumsi bahwa orang-orang secara aktif menginterpretasi pengalaman-pengalamannya dan mencoba memahami dunia dengan pengalaman pribadinya.
Gagasan Utama dari Tradisi Fenomenologis
Istilah phenomenon mengacu pada kemunculan sebuah benda, kejadian, atau kondisi yang dilihat. Oleh karena itu, fenomenologi merupakan cara yang digunakan manusia untuk memahami dunia melalui pengalaman langsung.
Dengan demikian fenomenologi membuat pengalaman nyata sebagai data pokok sebuah realitas. Semua yang dapat anda ketahui adalah apa yang anda alami.
Keragaman dalam Tradisi Fenomenologi
3 kajian pemikiran umum membuat beberapa tradisi fenomenologi, yakni:
FENOMENOLOGI KLASIK
Menurut Edmund Husserl, kebenaran dapat diyakinkan melauli pengalaman langsung dengan catatan kita harus disiplin dalam mengalami segala sesuatu. Hanya melalui perhatian sadarlah kebenaran dapat diketahui.
FENOMENOLOGI PERSEPSI
Menurut Maurice Merleau Ponty, manusia merupakan sosok gabungan antara fisik dan mental yang menciptakan makna di dunia. sebagai manusia, kita dipengaruhi oleh dunia, tetapi kita juga mempengaruhi dunia dengan bagaimana kiata mengalaminya.
FENOMENOLOGI HERMENEUTIK
Menurut Martin Heidegger, realitas sesuatu itu tidak diketahui dengan analisis yang cermat atau pengurangan, melainkan oleh pengalaman alami yang diciptakan oleh penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.




 III.            TRADISI SIBERNETIKA
Sibernetika merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang di dalamnya banyak orang saling berinteraksi, mempengaruhi satu sama lainnya.
Gagasan Utama dari Tradisi Sibernetika
Ide sistem membentuk inti pemikiran Sibernetika. Sistem merupakan seperangkat komponen-komponen yang saling berinteraksi yang bersama-sama membentuk sesuatu yang lebih dari sekedar sejumlah bagian-bagian.
Keragaman dalam Tradisi Sibernetika
Dari bentuknya yang paling mendasar, pendekatan ini menggambarkan sistem-sistem sebagai bentuk bentuk nyata yang dapat dianalisis dan diobservasi dari luar. Dengan kata lain, anda dapat melihat bagian-bagian dari sistem dan bagaimana semuanya berinteraksi.












  IV.            TRADISI SOSIOPSIKOLOGIS
Teori-teori tradisi ini berfokus pada perilaku sosial individu, variabel psikologis, efek individu, kepribadian dan sifat, persepsi, serta kognisi. Pandangan ini juga melihat pikiran individu sebagai tempat memproses dan memahami informasi serta menghasilkan pesan, tetapi pandangan ini juga mengakui kekuatan yang dapat dimiliki oleh individu melebihi individu lain serta efek informasi pada pikiran manusia.
Gagasan Utama dari Tradisi Sosiopsikologis
Saat ini kebanyakan teori komunikasi sosipsikologis lebih berorientasi pada sisi kognitif, yaitu memberikan pehamaman bagaimana manusia memproses informasi.
Keragaman dalam Tradisi Sosiopsikologis
Tradisi dalam sosiopsikologis dapat dibagi ke dalam 3 cabang besar, yakni:
§  PERILAKU
Dalam sudut pandang perilaku, teroi-teori berkonsentrasi pada bagaimana manusia berperilaku dalam situasi-situasi komunikasi. Ketika perilaku tertentu diberi penghargaan, perilaku tersebut akan diulang.
§  KOGNITIF
Berpusat pada bentuk pemikiran, cabang ini berkonsentrasi pada bagaimana individu memperoleh, menyimpan, dan memproses informasi dalam cara yang mengarahkan output perilaku.
§  BIOLOGIS
Para ahli komunikasi percaya bahwa banyak dari sifat, cara berpikir, dn perilaku individu diikat secara biologis dan didapat bukan hanya dari pembelajaran atau faktor-faktor situasi, melainkan dari pengaruh-pengaruh neurobiologis sejak lahir.





     V.            TRADISI SOSISOKULTURAL
Pendekatan sosiokultural terhadap teori komunikasi menunjukkan cara pehaman kita terhadap makna, norma, peran, dan peraturan yang dijalankan secara interaktif dalam komunikasi.
Gagasan Utama dari Tradisi Sosiokultural
Banyak teori-teori sosikultural juga memfokuskan pada bagaimana identitas-identitas dibangun melalui interaksi dalam kelompok sosial dan budaya. Identitas menajadi dorongan bagi diri kita sebagai individu dalam peranan sosial, sebagai anggota komunitas dan sebagai makhluk berbudaya.
Keragaman dalam Tradisi Sosiokultural
Beragam sudut pandang dalam Tradisi Sosiokultural:
§  INTERAKSI SIMBOLIS
Paham interaksi simbolis berasal dari kajian sosiologi melalui penelitian Herbert Blumer dan George Herbert Mead yang menekankan pentingnya observasi partisipan dalam kajian komunikasi sebagai cara dalam mengeksplorasi hubungan-hubungan sosial.
§  KONTRUKSIONISME
Dalam sudut pandang ini, alam dirasa kurang penting disbanding bahasa yang digunakan untuk memberi nama, membahas, dan mendekati dunia
§  SOSIOLINGUISTIK
Hal yang penting dalam tradisi ini adalah bahwa manusia menggunakan bahasa secara berbeda dalm kelompok budaya dan kelompok sosial yang berbeda.
§  FILOSOFI BAHASA
Bahasa, seperti yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, merupakan permainan bahasa karena manusia mengikuti aturan-aturan dalam mengerjakan sesuatu melalui bahasa.
§  ETNOGRAFI
Etnografi melihat bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam kelompok sosila tertentu, kata-kata yang mereka gunakan, dan apa maknanya bagi mereka, sebagaimana makna-makna bagi keragaman perilaku, visual, dan respons audio.

§  ETNOMETODOLOGI
Dalam komunikasi etnometodologi telah mempengaruhi dalam bagaimana kita melihat percakapan termasuk cara-cara partisipan mengelola alur percakapan dengan bahasa dan perilaku nonverbal.



















  VI.            TRADISI KRITIK
Jika anda memiliki atau kurang memiliki keistimewaan karena warna kulit, kewarganegaraan, bahasa, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, permasalahan wilayah, tingkat pendapatan, dan aspek identitas anda yang lainnya, maka anda menghadapi bentuk perbedaan sosial yang dianggap sangat penting oleh para ahli kritik. Tradisi kritik berlawanan dengan banyak asumsi dasar dari tradisi lainnya.
Gagasan Utama dari Tradisi Kritik
Tradisi Kritik memiliki 3 keistimewaan pokok, yakni:
Tradisi Kritik mencoba memahami sistem yang sudah dianggap benar atau ideology yang mendominasi masyarakat.
Para ahli teori kritik pada umumnya tertarik dengan membuka kondisi-kondisi sosial yang menindas dan rangkaian kekuatan untuk mempromosikan emansipasi masyarakat.
Menciptakan kesadaran untuk menggabungkan teori dan tindakan. Teori-teori tersebut bersifat normative dan bertindak untuk mendapatkan atau mencapai perubahan dalam kondisi-kondisi yang mempengaruhi masyarakat











VII.            TRADISI RETORIKA
Kajian Retorika secara umum didefiniskan sebagai symbol yang digunakan manusia. Pada awalnya, ilmu ini berhubungan dengan persuasi, sehingga Retorika adalah seni penyusunan argument dan pembuatan naskah pidato.
Gagasan Utama dari Tradisi Retorika
Pusat dari Tradisi Retorika adalah kelima karya agung Retorika, yakni:
§  Penemuan, mengacu pada konseptualisasi.
§  Penyusunan, merupakan pengaturan simbol-simbol.
§  Gaya, berhubungan dengan semua anggapan yang terkait dalam penyajian dari semua simbol tersebut.
§  Penyampaian, menjadi perwujudan dari simbol-simbol dalam bentuk fisik.
§  Daya Ingat, mengacu pada cakupan yang lebih besar dalam mengingat budaya.
Keragaman dalam Tradisi Retorika
Retorika memiliki makna yang berbeda dalam periode yang berbeda, yakni:
§  Zaman Klasik
§  Zaman Pertengahan
§  Zaman Rennaisance
§  Zaman Pencerahan
§  Zaman Kontemporer
§  Zaman Post-Modern






PELAKU KOMUNIKASI
TRADISI SOSIOPSIKOLOGIS
Tradisi Sosiopsikologis dalam teori komunikasi mempunyai pengaruh yang sangat kuat pada bagaimana cara kita berfikir tentang Pelaku Komunikasi sebagai individu. Tujuan dibalik Tradisi Sosiopsikologis adalah untuk memahami bagaimana dan mengapa setiap individu manusia berperilaku seperti yang mereka perbuat.
v  TEORI SIFAT
Sifat adalah sebuah kualitas atau karakteristik pembeda, yakni merupakan cara berpikir, merasakan dan bertingkah laku yang konsisten terhadap situasi. Bagaimana anda berkomunikasi dalam situasi tertentu bergantung pada sifat yang anda perlihatkan sebagai seorang individu dan situasinya atau lingkungan di mana anda dapat menemukan identitas anda sendiri.
v  PERTENTANGAN (ARGUMENTATIVENESS)
Adalah kecenderungna untuk ikut serta dalam percakapan tentang topik-topik kontroversi untuk mendukung sudut pandang anda dan untuk menolak keyakinan yang berbeda. Dominic Infante meyakini bahwa pertentangan dapat meningkatkan pembelajaran, membantu seseorang untuk memahami sudut pandang orang lain, mempertinggi kredibilitas, dan membangun keterampilan berkomunikasi.
v  KECEMASAN DALAM BERKOMUNIKASI DAN BERSOSIALISASI
Dalam bidang komunikasi, karya yang paling terkenal ialah Communication Apprehension (CA) oleh James McCroskey. Sifat CA merupakan kecenderungan untuk mengalami kecemasan saat berkomunikasi dalam berbagai keadaan. CA yang tinggi secara tidak normal menciptakan masalah-masalah kepribadian, termasuk kecemasan ekstrim dan penghindaran terhadap komunikasi.
v  MODEL FAKTOR SIFAT
Salah satu model faktor sifat yang pling terkenal adalah karya Digman. Model ini mengidentifikasi 5 faktor umum yang dalam sebuah kombinasi menentukan sifat setiap individu dengan lebih spesifik, yakni:
§  NEUROTICISM
Kecenderungan merasakan emosi negatif dan kesedihan.
§  EXTRAVERSION
Kecenderungan untuk menikmati berada dalam kelompok, menjadi tegas dan berpikir  optimis.
§  OPENNESS
Kecenderungan untuk menjadi reflektif, memiliki imajinasi, memperhatikan perasaan dari dalam hati, dan menjadi pemikir mandiri.
§  AGREEABLENESS
Kecenderungan untuk menyukai dan menjadi simpatik kepada orang lain, serta untuk menghindari permusuhan.
§  CONSCIENTIOUSNESS
Kecenderungan menjadi pribadi yang displin, melawan gerak hati nurani, menjadi teratur dan memahami penyelesaian tugas.
§  TEORI PENILAIAN SOSIAL
Teori ini berfokus pada bagaimana kita membuat penilaian mengenai pernyataan yang kita dengar. Pada sebuah eksperimen penilaian sosial, anda akan diberi sejumlah pernyataan tentang suatu masalah, kemudian anda akan diminta untuk mengurutkannya ke dalam sebuah kelompok berdasarkan kesamaan mereka menggunakan sebuah prose yang disebut Q-sort, lalu anda akan menyatakan kelompok pernyataan mana yang dapat anda terima secara pribadi, yang tidak dapat diterima dan yang netral.
Tumpukan data yang pertama akan membentuk rentang penerimaan anda: Latitude of Acceptance (pernyataan yang dapat membuat anda setuju), Latitude of Rejection (rentang penolakan), Latitude of Noncommitment (rentang ketidakterlibatan anda)



TRADISI SIBERNETIKA
Merupakan tradisi yang membahas mengenai suatu sistem yang kompleks di mana berbagai elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan mempengaruhi. Tradisi Sibernetika memiliki 2 genre teori, yaitu:
v  TEORI PENGGABUNGAN INFORMASI
Bagi para pelaku komunikasi, teori ini berpusat pada cara kita mengakumulasi dan mengatur informasi tentang semua orang, objek, situasi, dan gagasan yang membentuk sikap atau kecenderungan untuk bertindak dengan cara yang positif atau negatif terhadap beberapa objek.
v  TEORI NILAI EKSPEKTASI
Karya Martin Fishbein menyoroti sifat kompleks dari perilaku yang diketahui sebagai Expectancy-Value Theory. Menurut Fishbein ada 2 macam keyakinan, pertama yakin pada suatu hal. Ketika anda meyakini sesuatu, anda akan berkata bahwa hal tersebut ada. Kedua, yakin tentang adalah perasaan anda pada kemungkinan bahwa hubungan tertentu ada di 2 hal.
v  TEORI TINDAKAN YANG BERALASAN
Secara spesifik, intensi dari perilaku tertentu ditentukan oleh sikap anda terhadap perilaku dan kumpulan keyakinan tentang bagaimana orang lain ingin anda berperilaku. Setiap faktor sikap anda dan opini orang lain memiliki bobot menurut kepentingannya. Terkadang sikap anda adalah yang paling penting, terkadang opini orang lain adalah yang terpenting, serta kadang-kadang sikap anda dan orang lain lebih atau kurang setara dalam bobotnya.
v  TEORI KONSISTENSI
Semua teori konsistensi dimulai dengan dasar pikiran yang sama, yaitu orang lebih nyaman dengan konsistensi dari pada inkonsistensi. Sementara itu, konsistensi adalah prinsip aturan utama dalam proses kognitif dan perubahan sikap yang dapat dihasilkan dari informasi yang mengacaukan keseimbangan ini.
v  TEORI DISONANSI KOGNITIF
Teori Leon Festinger tentang Disonansi Kognitif dimulai dengan gagasan bahwa pelaku komunikasi memiliki beragam elemen kognitif seperti sikap, persepsi, pengetahuan dan perilaku. Disonansi terjadi ketika salah satu elemen tidak dapat diharapkan untuk mengikuti yang lain.

Ada 2 dasar pemikiran yang menolak Teori Disonansi. Yang pertama adalah bahwa disonansi menghasilkan ketegangan atau tekanan yang menciptakan keharusan untuk berubah. Yang kedua, secara alami mengikuti dasar pemikiran yang pertama. Ketika disonansi hadir, individu bukan hanya akan mencoba untuk menguranginya, tetapi juga untuk menghindari situasi-situasi adanya disonansi lain yang mungkin akan dihasilkan.



















TRADISI SOSIOKULTURAL
Teori Sosial dan Kultural menunjukkan bagaimana pelaku komunikasi memahami diri mereka sebagai makhluk-makhluk kesatuan dengan perbedaan-perbedaan individu dan bagaimana perbedaan tersebut tersusun secara sosial dan bukan ditentukan oleh mekanisme psikologis atau biologis yang tetap. Dengan kata lain, melalui interaksi, kita membangun sebuah pemahaman yang fleksibel, tetapi pastinya tentang diri sendiri. Di bawah ini akan dibahas 5 konsep Tradisi Sosiokutural:
INTERAKSI SIMBOLIS DAN PENGEMBANGAN DIRI
Dengan dasar-dasar di bidang sosiologi, Interkasionisme Simbolis mengajarkan bahwa manusia berinteraksi satu sama lain sepanjang waktu, mereka berbagi pengertian untuk istilah-istilah dan tindakan-tindakan tertentu dan memahami kejadian-kejadian dalam cara-cara tertentu pula. Masyarakat sendiri muncul dari percakapan yang berhubungn antar-individu.
GAGASAN ROM HARRE MENGENAI SESEORANG DAN DIRI SENDIRI
Bagi Harre seseorang adalah bentuk yang dapat dilihat yang terkarakterisasi oleh sifat-sifat tertentu dan karakteristik yang terbentuk dalam sebuah kelompok sosial atau budaya. Diri sendiri, berbeda dengan seseorang, merupakan pikiran pribadi anda mengenai kesatuan anda sebagai seseorang. Seseorang itu umum, sedangkan diri sendiri, walaupun anda berbagi dengan orang lain, sangatlah pribadi.
PEMBENTUKAN SOSIAL MENGENAI EMOSI
Kelompok teori lain dalam sudut pandang interaksionisme simbolis berhadapan dengan pembentukan emosi. Sementara itu, kita biasanya tidak berpikir bahwa emosi terbentuk, tampilan emosional berbeda menurut kebudayaannya. Harre menyatakan bahwa emosi merupakan konsep-konsep yang tersusun, seperti aspek lain dari pengalaman manusia karena mereka ditentukan oleh bahasa lokal dan tata susunan moral dari kebudayaan atau kelompok sosial.
PEMBAWAAN DIRI
Goffman memulai dengan anggapan bahwa seseorang harus memahami kejadian yang ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Interpretasi sebuah situasi merupakan definisi dari situasi tersebut. Dalam menghadapi orang lain, anda menghadirkan karakter khusus kepada pendengar, layaknya dalam sebuah drama seorang aktor yang memainkan sebuah peran khusus. Jika kerangka yang anda bawakan diterima, maka pendengar menerima karakterisasi yang anda berikan.

TEORI KOMUNIKASI TENTANG IDENTITAS
Menurut Michael Hecht, Teori Komunikasi Tentang Identitas tergabung dalam 3 konteks: individu, komunal, dan public. Menurut teori ini, identitas merupakan penghubung utama antara individu dan masyarakat serta komunikasi merupakan mata rantai yang memperbolehkan hubungan ini terjadi. Tentu, identitas anda adalah kode yang mendefinisikan keanggotaan anda dalam komunitas yang beragam.
TEORI NEGOSIASI IDENTITAS
Identitas etnik dan kebudayaan ditandai oleh nilai isi dan ciri khas. Nilai isi terdiri dari macam-macam evaluasi yang anda buat berdasarkan pada kepercayaan-kepercayaan budaya.
















TRADISI KRITIK
Konsepsi identitas sebagai kategori yang stabil, lengkap, sebagian besar bukti diri yang didasarkan pada penanda, seperti jenis kelamin, ras, dan kelas (dimensi yang terdapat di dalam individu).
TEORI SUDUT PANDANG
Teori ini mengkaji bagaimana keadaan kehidupan individu mempengaruhi aktivitas individu dalam memahami dan membentuk dunia sosial. Permulaan untuk memahami pengalaman bukanlah kondisi sosial, ekpektasi peran, atau definisi gender, tetapi cara khusus di mana individu membentuk kondisi tersebut dan pengalaman mereka di dalamnya.
IDENTITAS YANG DIBENTUK DAN DITAMPILKAN
Identitas kita selalu ada dalam proses pembentukan, sebagaimana kita merespons konteks-konteks dan situasi di sekeliling kita. Gender Trouble milik Judith Butler adalah artikulasi identitas yang kuat karena keduanya dibentuk dan ditampilkan serta teori-teorinya memiliki pengaruh dalam memikirkan identitas dalam kajian komunikasi.
TEORI QUEER
Queer menjadi tempat peperangan serta pertandingan yang terus menerus dan tidak selesai. Contoh-contoh yang paling menarik dan berharga bukanlah yang terdapat di dalamnya, di mana seseorang memenuhi kelayakan kita dalam membentuk kategori identitas, tetapi ketika orang tersebut tidak melakukannya




Komentar