PARADIGMA
1.
Elemen
utama komunikasi
§ Empati, memperhatikan keadaan
seseorang yang kita ajak komunikasi
§ Reconcile/rekonsiliasi, proses
menyatukan
§ Persuade/persuasi, membujuk
§ Respect, jangan selalu tentang
aku, aku, dan aku baru kemudian kamu. Sanjung lawan bicara
§ Resolve conflict/penyelesaian
masalah
§ Social Justice/keadilan sosial
Komunikasi menurut Julian Wood
adalah
sebuah proses sistemik dari individu dalam berinteraksi menggunkan symbol yang
kemudian coba ditafsirkan maknanya.
2.
Teori
Adalah
sesuatu penawaran penjelasan terhadap sebuah fenomena, bagaimana dia bekerja,
apa penyebabnya, dan apa dampaknya. Dalam kata lain teori adalah cara untuk
menjelaskan sesuatu hal yang belum atau tidak dimengerti manusia
3.
Teori
dijabarkan dalam
§ Epistomologi, bagaimana suatu
pengetahuan dibentuk
§ Ontology, bagaimana manusia
memaknainya?
What is true (kebenaran)
What is real (kenyataan)
What is exist
(keberadaan/wujudnya)
§ Aksiologi, penjabaran tentang
nilai-nilai yang dihasilkan oleh teori
§ Metodologi, cara ilmiahnya
Definisi
Paradigma
Adalah cara pandang seseorang
terhadap diri dan lingkunagnnya yang akan mempengaruhinya dalam berpikir
(kognitif), bersikap (afektif), dan bertingkah laku (konatif)[i]
Jenis-jenis
Pradigma:
1.
Positivistic
Ciri-ciri:
§ Realitas dipandang objektif
§ Peneliti menempatkan dirinya
diluar objek
§ Bersifat eksperimental
§ Menggunakan Grand Theory
§ Bersifat kausalitas dan
korelational
§ prediktif
2.
Post
Positivistik
Adalah merupakan
bentuk koreksi paradigm Positivistik
§ Realitas harus dipandang kritis
§ Bersifat ekperimental manipulative
§ Keterlibatan perimisi
Kelemahan
positivistic – post posivitik
§ Beranggapan segala sesuatunya
dapat diukur
§ Grand theory memiliki sifat yang
umum, sehingga tidak mendetail ke masalah
§ Ketidakmampuan dalam memproduksi
hukum
3.
Kontruktivis
Fokus peradigma:
§ Untuk membuat sesuatu diterima
§ Untuk melihat sesuatu dimengerti
Metode Kunci
§ Hermneneutika – Menafsirkan makna
teks
§ Fenomenologi – fenomena yang
terjadi
§ Symbolic interasion – Pertukaran symbol,
tidak hanya pertukaran teks
Pemaknaan
terhadap realitas
§ Realitas itu dibentuk oleh
masyarakat
§ Manusia punya kehendak bebas
Kelemahan
Konstruktivistik
§ Terlalu subjektif (tidak perlu
menggunakan grand theory)
§ Multi tafsir
§ Terlalu local dan terlalu lama
4.
Kritis
Fokus paradigma
§ Untuk melihat sesuatu ada apanya
§ Pengungkapan penggunakan
kekuasaan
Metode kunci
§ Hermeneutic
§ Analisis wacana
§ Dekonstruksi
Pemahaman
terhadap realitas
Realitas adalah sesuatu yang
politis. Tujuan dari paradigm Kritis adalah untuk membebaskan pemahaman masyarakat
terhadap rezim yang berkuasa.
TRADISI-TRADISI
TEORI KOMUNIKASI.
I.
TRADISI SEMIOTIK
Semiotika
adalah ilmu yang mempelajari tentang tanda atau simbol.[ii] Semiotik
atau penyelidikan simbol-simbol membentuk tradisi pemikiran yang penting dalam
teori komunikasi. Tradisi Semiotik terdiri atas sekumpulan teori tentang
bagaimana tanda-tanda merepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, dan kondisi
diluar tanda-tanda ini sendiri.
Tradisi ini terdiri atas sekumpulan teori tentang
bagaimana tanda-tanda merepresentasikan benda, ide, keadaan, situasi, perasaan,
dan kondisi di luar tanda-tanda ini sendiri.
Gagasan
Utama dari Tradisi Semiotik
Kebanyakan
pemikiran semiotik melibatkan ide dasar mind of meaning yang menegaskan bahwa
arti muncul dari hubungan di antara 3 benda, yaitu: benda (yang dituju),
manusia (penafsir), dan tanda.
Keragaman
dalam Tradisi Semiotik
Semiotik selalu dibagi ke dalam 3 kajian,
yakni:
·
SEMANTIK
Semantik berbicara tentang
bagaimana tanda-tanda berhubungan dengan yang ditunjuknya atau apa yang
ditunjukkan oleh tanda-tanda.
·
SINTAKTIK
Sintaktik atau kajian hubungan di
antara tanda-tanda. Tanda-tanda sebetulnya tidak pernah berdiri dengan
sendirinya. Hampir semuanya selalu menjadi bagian dari sistem tanda atau
kelompok tanda yang lebih besar yang diatur dalam cara-cara tertentu.
·
PRAGMATIK
Kajian utama Semiotik yang ketiga
ini memperlihatkan bagaimana tanda-tanda membuat perbedaan dalam kehidupan
manusia atau penggunaan praktis serta berbagai akibat dan pengaruh tanda pada
kehidupan sosial.
II.
TRADISI FENOMENOLOGIS
Teori-teori dalam tradisi fenomenologis
berasumsi bahwa orang-orang secara aktif menginterpretasi
pengalaman-pengalamannya dan mencoba memahami dunia dengan pengalaman
pribadinya.
Gagasan Utama dari
Tradisi Fenomenologis
Istilah
phenomenon mengacu pada kemunculan
sebuah benda, kejadian, atau kondisi yang dilihat. Oleh karena itu,
fenomenologi merupakan cara yang digunakan manusia untuk memahami dunia melalui
pengalaman langsung.
Dengan
demikian fenomenologi membuat pengalaman nyata sebagai data pokok sebuah
realitas. Semua yang dapat anda ketahui adalah apa yang anda alami.
Keragaman dalam
Tradisi Fenomenologi
3
kajian pemikiran umum membuat beberapa tradisi fenomenologi, yakni:
FENOMENOLOGI
KLASIK
Menurut
Edmund Husserl, kebenaran dapat diyakinkan melauli pengalaman langsung dengan
catatan kita harus disiplin dalam mengalami segala sesuatu. Hanya melalui
perhatian sadarlah kebenaran dapat diketahui.
FENOMENOLOGI
PERSEPSI
Menurut
Maurice Merleau Ponty, manusia merupakan sosok gabungan antara fisik dan mental
yang menciptakan makna di dunia. sebagai manusia, kita dipengaruhi oleh dunia,
tetapi kita juga mempengaruhi dunia dengan bagaimana kiata mengalaminya.
FENOMENOLOGI
HERMENEUTIK
Menurut
Martin Heidegger, realitas sesuatu itu tidak diketahui dengan analisis yang
cermat atau pengurangan, melainkan oleh pengalaman alami yang diciptakan oleh
penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari.
III.
TRADISI SIBERNETIKA
Sibernetika
merupakan tradisi sistem-sistem kompleks yang di dalamnya banyak orang saling
berinteraksi, mempengaruhi satu sama lainnya.
Gagasan Utama dari
Tradisi Sibernetika
Ide
sistem membentuk inti pemikiran Sibernetika. Sistem merupakan seperangkat komponen-komponen
yang saling berinteraksi yang bersama-sama membentuk sesuatu yang lebih dari
sekedar sejumlah bagian-bagian.
Keragaman dalam
Tradisi Sibernetika
Dari
bentuknya yang paling mendasar, pendekatan ini menggambarkan sistem-sistem
sebagai bentuk bentuk nyata yang dapat dianalisis dan diobservasi dari luar.
Dengan kata lain, anda dapat melihat bagian-bagian dari sistem dan bagaimana
semuanya berinteraksi.
IV.
TRADISI SOSIOPSIKOLOGIS
Teori-teori
tradisi ini berfokus pada perilaku sosial individu, variabel psikologis, efek
individu, kepribadian dan sifat, persepsi, serta kognisi. Pandangan ini juga
melihat pikiran individu sebagai tempat memproses dan memahami informasi serta
menghasilkan pesan, tetapi pandangan ini juga mengakui kekuatan yang dapat dimiliki
oleh individu melebihi individu lain serta efek informasi pada pikiran manusia.
Gagasan Utama dari
Tradisi Sosiopsikologis
Saat
ini kebanyakan teori komunikasi sosipsikologis lebih berorientasi pada sisi
kognitif, yaitu memberikan pehamaman bagaimana manusia memproses informasi.
Keragaman dalam
Tradisi Sosiopsikologis
Tradisi
dalam sosiopsikologis dapat dibagi ke dalam 3 cabang besar, yakni:
§
PERILAKU
Dalam
sudut pandang perilaku, teroi-teori berkonsentrasi pada bagaimana manusia
berperilaku dalam situasi-situasi komunikasi. Ketika perilaku tertentu diberi
penghargaan, perilaku tersebut akan diulang.
§
KOGNITIF
Berpusat
pada bentuk pemikiran, cabang ini berkonsentrasi pada bagaimana individu
memperoleh, menyimpan, dan memproses informasi dalam cara yang mengarahkan
output perilaku.
§
BIOLOGIS
Para
ahli komunikasi percaya bahwa banyak dari sifat, cara berpikir, dn perilaku
individu diikat secara biologis dan didapat bukan hanya dari pembelajaran atau
faktor-faktor situasi, melainkan dari pengaruh-pengaruh neurobiologis sejak
lahir.
V.
TRADISI SOSISOKULTURAL
Pendekatan
sosiokultural terhadap teori komunikasi menunjukkan cara pehaman kita terhadap
makna, norma, peran, dan peraturan yang dijalankan secara interaktif dalam
komunikasi.
Gagasan Utama dari
Tradisi Sosiokultural
Banyak
teori-teori sosikultural juga memfokuskan pada bagaimana identitas-identitas dibangun
melalui interaksi dalam kelompok sosial dan budaya. Identitas menajadi dorongan
bagi diri kita sebagai individu dalam peranan sosial, sebagai anggota komunitas
dan sebagai makhluk berbudaya.
Keragaman dalam
Tradisi Sosiokultural
Beragam
sudut pandang dalam Tradisi Sosiokultural:
§
INTERAKSI
SIMBOLIS
Paham
interaksi simbolis berasal dari kajian sosiologi melalui penelitian Herbert
Blumer dan George Herbert Mead yang menekankan pentingnya observasi partisipan
dalam kajian komunikasi sebagai cara dalam mengeksplorasi hubungan-hubungan
sosial.
§
KONTRUKSIONISME
Dalam
sudut pandang ini, alam dirasa kurang penting disbanding bahasa yang digunakan
untuk memberi nama, membahas, dan mendekati dunia
§
SOSIOLINGUISTIK
Hal
yang penting dalam tradisi ini adalah bahwa manusia menggunakan bahasa secara
berbeda dalm kelompok budaya dan kelompok sosial yang berbeda.
§
FILOSOFI
BAHASA
Bahasa,
seperti yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, merupakan permainan bahasa
karena manusia mengikuti aturan-aturan dalam mengerjakan sesuatu melalui
bahasa.
§
ETNOGRAFI
Etnografi
melihat bentuk-bentuk komunikasi yang digunakan dalam kelompok sosila tertentu,
kata-kata yang mereka gunakan, dan apa maknanya bagi mereka, sebagaimana
makna-makna bagi keragaman perilaku, visual, dan respons audio.
§
ETNOMETODOLOGI
Dalam
komunikasi etnometodologi telah mempengaruhi dalam bagaimana kita melihat
percakapan termasuk cara-cara partisipan mengelola alur percakapan dengan
bahasa dan perilaku nonverbal.
VI.
TRADISI KRITIK
Jika
anda memiliki atau kurang memiliki keistimewaan karena warna kulit,
kewarganegaraan, bahasa, agama, jenis kelamin, orientasi seksual, permasalahan
wilayah, tingkat pendapatan, dan aspek identitas anda yang lainnya, maka anda
menghadapi bentuk perbedaan sosial yang dianggap sangat penting oleh para ahli
kritik. Tradisi kritik berlawanan dengan banyak asumsi dasar dari tradisi
lainnya.
Gagasan Utama dari
Tradisi Kritik
Tradisi
Kritik memiliki 3 keistimewaan pokok, yakni:
Tradisi
Kritik mencoba memahami sistem yang sudah dianggap benar atau ideology yang
mendominasi masyarakat.
Para
ahli teori kritik pada umumnya tertarik dengan membuka kondisi-kondisi sosial
yang menindas dan rangkaian kekuatan untuk mempromosikan emansipasi masyarakat.
Menciptakan
kesadaran untuk menggabungkan teori dan tindakan. Teori-teori tersebut bersifat
normative dan bertindak untuk mendapatkan atau mencapai perubahan dalam
kondisi-kondisi yang mempengaruhi masyarakat
VII.
TRADISI RETORIKA
Kajian
Retorika secara umum didefiniskan sebagai symbol yang digunakan manusia. Pada
awalnya, ilmu ini berhubungan dengan persuasi, sehingga Retorika adalah seni
penyusunan argument dan pembuatan naskah pidato.
Gagasan Utama dari
Tradisi Retorika
Pusat
dari Tradisi Retorika adalah kelima karya agung Retorika, yakni:
§
Penemuan,
mengacu pada konseptualisasi.
§
Penyusunan,
merupakan pengaturan simbol-simbol.
§
Gaya,
berhubungan dengan semua anggapan yang terkait dalam penyajian dari semua
simbol tersebut.
§
Penyampaian,
menjadi perwujudan dari simbol-simbol dalam bentuk fisik.
§
Daya
Ingat, mengacu pada cakupan yang lebih besar dalam mengingat budaya.
Keragaman dalam
Tradisi Retorika
Retorika
memiliki makna yang berbeda dalam periode yang berbeda, yakni:
§
Zaman
Klasik
§
Zaman
Pertengahan
§
Zaman
Rennaisance
§
Zaman
Pencerahan
§
Zaman
Kontemporer
§
Zaman
Post-Modern
PELAKU
KOMUNIKASI
TRADISI
SOSIOPSIKOLOGIS
Tradisi
Sosiopsikologis dalam teori komunikasi mempunyai pengaruh yang sangat kuat pada
bagaimana cara kita berfikir tentang Pelaku Komunikasi sebagai individu. Tujuan
dibalik Tradisi Sosiopsikologis adalah untuk memahami bagaimana dan mengapa
setiap individu manusia berperilaku seperti yang mereka perbuat.
v
TEORI
SIFAT
Sifat adalah sebuah kualitas atau
karakteristik pembeda, yakni merupakan cara berpikir, merasakan dan bertingkah
laku yang konsisten terhadap situasi. Bagaimana anda berkomunikasi dalam
situasi tertentu bergantung pada sifat yang anda perlihatkan sebagai seorang
individu dan situasinya atau lingkungan di mana anda dapat menemukan identitas
anda sendiri.
v
PERTENTANGAN
(ARGUMENTATIVENESS)
Adalah kecenderungna untuk ikut
serta dalam percakapan tentang topik-topik kontroversi untuk mendukung sudut
pandang anda dan untuk menolak keyakinan yang berbeda. Dominic Infante meyakini
bahwa pertentangan dapat meningkatkan pembelajaran, membantu seseorang untuk
memahami sudut pandang orang lain, mempertinggi kredibilitas, dan membangun
keterampilan berkomunikasi.
v
KECEMASAN
DALAM BERKOMUNIKASI DAN BERSOSIALISASI
Dalam bidang komunikasi, karya
yang paling terkenal ialah Communication Apprehension (CA) oleh James
McCroskey. Sifat CA merupakan kecenderungan untuk mengalami kecemasan saat
berkomunikasi dalam berbagai keadaan. CA yang tinggi secara tidak normal menciptakan
masalah-masalah kepribadian, termasuk kecemasan ekstrim dan penghindaran
terhadap komunikasi.
v
MODEL
FAKTOR SIFAT
Salah satu model faktor sifat
yang pling terkenal adalah karya Digman. Model ini mengidentifikasi 5 faktor
umum yang dalam sebuah kombinasi menentukan sifat setiap individu dengan lebih
spesifik, yakni:
§ NEUROTICISM
Kecenderungan merasakan emosi
negatif dan kesedihan.
§ EXTRAVERSION
Kecenderungan untuk menikmati
berada dalam kelompok, menjadi tegas dan berpikir optimis.
§ OPENNESS
Kecenderungan untuk menjadi
reflektif, memiliki imajinasi, memperhatikan perasaan dari dalam hati, dan
menjadi pemikir mandiri.
§ AGREEABLENESS
Kecenderungan untuk menyukai dan
menjadi simpatik kepada orang lain, serta untuk menghindari permusuhan.
§ CONSCIENTIOUSNESS
Kecenderungan menjadi pribadi
yang displin, melawan gerak hati nurani, menjadi teratur dan memahami
penyelesaian tugas.
§ TEORI PENILAIAN SOSIAL
Teori ini berfokus pada bagaimana
kita membuat penilaian mengenai pernyataan yang kita dengar. Pada sebuah
eksperimen penilaian sosial, anda akan diberi sejumlah pernyataan tentang suatu
masalah, kemudian anda akan diminta untuk mengurutkannya ke dalam sebuah kelompok
berdasarkan kesamaan mereka menggunakan sebuah prose yang disebut Q-sort, lalu
anda akan menyatakan kelompok pernyataan mana yang dapat anda terima secara
pribadi, yang tidak dapat diterima dan yang netral.
Tumpukan data yang pertama akan
membentuk rentang penerimaan anda: Latitude of Acceptance (pernyataan yang
dapat membuat anda setuju), Latitude of Rejection (rentang penolakan), Latitude
of Noncommitment (rentang ketidakterlibatan anda)
TRADISI
SIBERNETIKA
Merupakan
tradisi yang membahas mengenai suatu sistem yang kompleks di mana berbagai
elemen yang terdapat di dalamnya saling berinteraksi dan mempengaruhi. Tradisi
Sibernetika memiliki 2 genre teori, yaitu:
v
TEORI
PENGGABUNGAN INFORMASI
Bagi para pelaku komunikasi,
teori ini berpusat pada cara kita mengakumulasi dan mengatur informasi tentang
semua orang, objek, situasi, dan gagasan yang membentuk sikap atau
kecenderungan untuk bertindak dengan cara yang positif atau negatif terhadap
beberapa objek.
v
TEORI
NILAI EKSPEKTASI
Karya Martin Fishbein menyoroti
sifat kompleks dari perilaku yang diketahui sebagai Expectancy-Value Theory.
Menurut Fishbein ada 2 macam keyakinan, pertama yakin pada suatu hal. Ketika
anda meyakini sesuatu, anda akan berkata bahwa hal tersebut ada. Kedua, yakin
tentang adalah perasaan anda pada kemungkinan bahwa hubungan tertentu ada di 2
hal.
v
TEORI
TINDAKAN YANG BERALASAN
Secara spesifik, intensi dari
perilaku tertentu ditentukan oleh sikap anda terhadap perilaku dan kumpulan
keyakinan tentang bagaimana orang lain ingin anda berperilaku. Setiap faktor
sikap anda dan opini orang lain memiliki bobot menurut kepentingannya.
Terkadang sikap anda adalah yang paling penting, terkadang opini orang lain
adalah yang terpenting, serta kadang-kadang sikap anda dan orang lain lebih
atau kurang setara dalam bobotnya.
v
TEORI
KONSISTENSI
Semua teori konsistensi dimulai
dengan dasar pikiran yang sama, yaitu orang lebih nyaman dengan konsistensi
dari pada inkonsistensi. Sementara itu, konsistensi adalah prinsip aturan utama
dalam proses kognitif dan perubahan sikap yang dapat dihasilkan dari informasi
yang mengacaukan keseimbangan ini.
v
TEORI
DISONANSI KOGNITIF
Teori Leon Festinger tentang
Disonansi Kognitif dimulai dengan gagasan bahwa pelaku komunikasi memiliki
beragam elemen kognitif seperti sikap, persepsi, pengetahuan dan perilaku.
Disonansi terjadi ketika salah satu elemen tidak dapat diharapkan untuk
mengikuti yang lain.
Ada 2 dasar pemikiran yang
menolak Teori Disonansi. Yang pertama adalah bahwa disonansi menghasilkan
ketegangan atau tekanan yang menciptakan keharusan untuk berubah. Yang kedua,
secara alami mengikuti dasar pemikiran yang pertama. Ketika disonansi hadir,
individu bukan hanya akan mencoba untuk menguranginya, tetapi juga untuk
menghindari situasi-situasi adanya disonansi lain yang mungkin akan dihasilkan.
TRADISI
SOSIOKULTURAL
Teori
Sosial dan Kultural menunjukkan bagaimana pelaku komunikasi memahami diri
mereka sebagai makhluk-makhluk kesatuan dengan perbedaan-perbedaan individu dan
bagaimana perbedaan tersebut tersusun secara sosial dan bukan ditentukan oleh
mekanisme psikologis atau biologis yang tetap. Dengan kata lain, melalui
interaksi, kita membangun sebuah pemahaman yang fleksibel, tetapi pastinya
tentang diri sendiri. Di bawah ini akan dibahas 5 konsep Tradisi Sosiokutural:
INTERAKSI
SIMBOLIS DAN PENGEMBANGAN DIRI
Dengan
dasar-dasar di bidang sosiologi, Interkasionisme Simbolis mengajarkan bahwa
manusia berinteraksi satu sama lain sepanjang waktu, mereka berbagi pengertian
untuk istilah-istilah dan tindakan-tindakan tertentu dan memahami
kejadian-kejadian dalam cara-cara tertentu pula. Masyarakat sendiri muncul dari
percakapan yang berhubungn antar-individu.
GAGASAN
ROM HARRE MENGENAI SESEORANG DAN DIRI SENDIRI
Bagi
Harre seseorang adalah bentuk yang
dapat dilihat yang terkarakterisasi oleh sifat-sifat tertentu dan karakteristik
yang terbentuk dalam sebuah kelompok sosial atau budaya. Diri sendiri, berbeda
dengan seseorang, merupakan pikiran pribadi anda mengenai kesatuan anda sebagai
seseorang. Seseorang itu umum, sedangkan diri sendiri, walaupun anda berbagi
dengan orang lain, sangatlah pribadi.
PEMBENTUKAN
SOSIAL MENGENAI EMOSI
Kelompok
teori lain dalam sudut pandang interaksionisme simbolis berhadapan dengan
pembentukan emosi. Sementara itu, kita biasanya tidak berpikir bahwa emosi
terbentuk, tampilan emosional berbeda menurut kebudayaannya. Harre menyatakan
bahwa emosi merupakan konsep-konsep yang tersusun, seperti aspek lain dari
pengalaman manusia karena mereka ditentukan oleh bahasa lokal dan tata susunan
moral dari kebudayaan atau kelompok sosial.
PEMBAWAAN
DIRI
Goffman
memulai dengan anggapan bahwa seseorang harus memahami kejadian yang ditemui
dalam kehidupan sehari-hari. Interpretasi sebuah situasi merupakan definisi
dari situasi tersebut. Dalam menghadapi orang lain, anda menghadirkan karakter
khusus kepada pendengar, layaknya dalam sebuah drama seorang aktor yang
memainkan sebuah peran khusus. Jika kerangka yang anda bawakan diterima, maka
pendengar menerima karakterisasi yang anda berikan.
TEORI
KOMUNIKASI TENTANG IDENTITAS
Menurut
Michael Hecht, Teori Komunikasi Tentang Identitas tergabung dalam 3 konteks:
individu, komunal, dan public. Menurut teori ini, identitas merupakan
penghubung utama antara individu dan masyarakat serta komunikasi merupakan mata
rantai yang memperbolehkan hubungan ini terjadi. Tentu, identitas anda adalah
kode yang mendefinisikan keanggotaan anda dalam komunitas yang beragam.
TEORI
NEGOSIASI IDENTITAS
Identitas
etnik dan kebudayaan ditandai oleh nilai isi dan ciri khas. Nilai isi terdiri
dari macam-macam evaluasi yang anda buat berdasarkan pada
kepercayaan-kepercayaan budaya.
TRADISI
KRITIK
Konsepsi
identitas sebagai kategori yang stabil, lengkap, sebagian besar bukti diri yang
didasarkan pada penanda, seperti jenis kelamin, ras, dan kelas (dimensi yang
terdapat di dalam individu).
TEORI
SUDUT PANDANG
Teori
ini mengkaji bagaimana keadaan kehidupan individu mempengaruhi aktivitas
individu dalam memahami dan membentuk dunia sosial. Permulaan untuk memahami
pengalaman bukanlah kondisi sosial, ekpektasi peran, atau definisi gender,
tetapi cara khusus di mana individu membentuk kondisi tersebut dan pengalaman
mereka di dalamnya.
IDENTITAS
YANG DIBENTUK DAN DITAMPILKAN
Identitas
kita selalu ada dalam proses pembentukan, sebagaimana kita merespons
konteks-konteks dan situasi di sekeliling kita. Gender Trouble milik Judith Butler adalah artikulasi identitas yang
kuat karena keduanya dibentuk dan ditampilkan serta teori-teorinya memiliki
pengaruh dalam memikirkan identitas dalam kajian komunikasi.
TEORI
QUEER
Queer
menjadi tempat peperangan serta pertandingan yang terus menerus dan tidak
selesai. Contoh-contoh yang paling menarik dan berharga bukanlah yang terdapat
di dalamnya, di mana seseorang memenuhi kelayakan kita dalam membentuk kategori
identitas, tetapi ketika orang tersebut tidak melakukannya
Komentar
Posting Komentar